nilai lokal dalam desain grafis

18 april 2009 kemarin saya sempat diundang oleh ADGI untuk sharing dengan tema nilai lokal dalam desain grafis. Acara yang dimoderatori oleh pak Andika ini mengundang beberapa tokoh lain yang sangat yoi seperti mas samuel dan mas eko nugroho. Sebagian pembicara memang berbagi tentang proses kreatif, output kreatif dan konsep kreatif, tetapi saya lebih senang untuk mencoba berwacana dengan sisi subyektif saya yang mungkin belum layak untuk didengarkan, yahhh namanya manusia yang masih belajar…

suatu kehormatan, bila saya yang masih mahasiswa yang masih bersemangat besar untuk  lulus ini dipercaya ADGI untuk berbagi bersama, dengan banyak mahasiswa dkv binus dan para seniman idola jogja.

yah demikianlah, desain grafis hadir di muka bumi ini sebagai ditakdirkan untuk menjadi sebuah bahasa yang universal untuk berbagi, persuasif bahkan menyampaikan sebuah pesan. Desainer grafis pun harus banyak belajar dan menyerap semua kedinamisan yang terjadi di lingkungan, hal itu bukan semata-mata untuk proses adaptasi hidup akan tetapi akan memperkuat posisi sebagai problem solver untuk menciptakan komunikasi yang universal, tepat dan akurat layaknya seputar Indonesia. Kembali pada lokalitas, apakah lokal itu masih dibutuhkan saat ini, ditengan caruk maruknya dan bebasnya aliran internet mengalir ke pipa-pipa rumah, dan menghilangkan batas-batas jarak yang terbentang. Dengan internet kebebasan untuk menyerap budaya luar makin mudah,  dan ini tentunya akan merubah nilai pikir dan manusia tentang budayanya sendiri, entah itu baik atau buruk. Perlu atau tidak perlu saya ternyata saya lebih memilih untuk membiarkan semua mengalir dalam pikiran saya, lebih memaknai lingkungan sekitar saya dan sesuatu yang berkembang di sekitar saya, semua yang berubah di lingkungan saya, daripada harus memaksakan mengulik-ulik nilai nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita, yang terlalu keren untuk diulik . Tradisi, budaya, idiom, sistem, kebijakan, perjanjian dan tata krama dalam lingkungan hanya merupakan bagian kecil dari diri kita, masih terlalu banyak penyusun lain yang membuat kita unik dan punya differensiasi dari manusia yang lain. Kembali sedikit bertanya, dan bukankah lokalitas terbentuk oleh individu, kelompok, tradisi dan berbagai elemen penyusun lainnya, sehingga akan membuat lokalitas akan selalu berkembang dan berubah dan selalu terupdate oleh lingkungan. Sedikit hipotesis ini saya sedikit menyimpulkan bahwa lokalitas itu tidak pernah ada dalam desain grafis, lokalitas dalam desain grafis selalu berubah, berubah seiring berubahnya lingkungan yang dinamis.

tidak ada lokal yang benar-benar lokal dalam desain grafis, semuanya saling berpotongan dan menghasilkan lokal yang baru.

3 thoughts on “nilai lokal dalam desain grafis”

  1. hmm ini to yg disampekan kmren…
    ok juga subyektifitasmu nggih.. aku cenderung setuju, lokalitas itu cuma dibatasi oleh wilayah darat atau negara. sedangkan nationstate is dead. munculnya peradaban yang menggantikan negara. tapi berkembang ke merk. maksudnya org lebih bangga memakai merk tertentu dari pada memakai lambang negara (sejujurnya). sekarang.. identitas sendiri itulah lokal bagi tiap orang.
    dan kata om sagmeister: Keeping A Diary Supports Personal Development.

    1. MASIH INGATKAH AKAN YANG INI
      ‘ING NGARSA SUNG TULADHA’..?
      OO..YEAH.,
      tapi saya g akan mbcarakan
      petuah diatas,
      kmbali ke wacana.
      dan menurut saya
      seiring saya menggeluti yang namanya lokalitas,smakin brtambah rasa ingin tahu saya ttg sejarah masalalu plus sedikit intuisi pribadi…
      hahahahaha
      sip…lah
      heil singgeh
      alumni kandang ayam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s