Diary Seorang Lelaki

dear diary…
ku ingin cerita kepadamu..
tentang nya yang dulu singgah di hatiku
sejak itu hidupku jadi bahagia…

( ratu )

Kadar kepantasan seorang lelaki semenjak dahulu sudah tidak dapat dipertanyakan lagi, apabila manut norma yang ada, lelaki yang punya sebuah diary, akan dipertanyakan seberapa banyak kadar testosteron yang diproduksi, seberapa kenceng bisa manyatu dalam darah dan bekerja pada organ. Norma ketakpantasan ini berlanjut sampai sekarang, seiring ilmu yang telah saya dapat dan keinginan saya untuk mengguncang dunia, maka saya ingin mematahkan teori itu.
Siang sampe sore tadi saya ikut sesi bersama mbak jeanny hardono yang mengetengahkan berbagai ulasan penting, tajam dan terpercaya. Limbik pun ikut berusaha keras, membantu saya untuk mengingat setiap kata demi kata, yang dimana ingin saya ingat-ingat dan bisa saya ceritakan sama pacar saya. Kala waktu bercerita itu tiba, akhirnya sukses saya, lupa 100 persen…eng ing eng
Berawal dari ini saya memutuskan, untuk membeli sebuah buku, bukan notes kecil hadiah dari majalah rollingstone…kemudian daripada itu untuk membentuk suatu proses pengingatan rupanya saya perlu selembar atau se-rim kertas untuk catat-mencatat dan tak lupa untuk menggambar dan berfungsi seperti diary… saya bisa mencatat, dan cita-cita untuk menyalip ayu utami segera terwujud..

jadi, lelaki juga butuh catatan dan sampai jumpa di gramedia selanjutnya

2 thoughts on “Diary Seorang Lelaki”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s