kampus kotor dan berkambing

Duduk di kursi menghadap ke barat, sementara keluarga sedang tidur di ruangan sebelah. Cuaca malam ini sepertinya sangat pas untuk menarik selimut dan menempelkan pipi ke bantal.
Menyalakan rokok untuk kesekian kali, berharap ada keajaiban ada ruang untuk mata melihat segala sesuatu dengan lebih jernih tanpa terganggu ngantuk karena mata baru terpejam 40 menit dari jam 6 pagi kemarin sampai sampai jam 10 malam hari ini. Baju batik dan tanktop biru itu masih dipakai menemani dia melepas lelah mendera karena padatnya pekerjaan beberapa hari terakhir ini ditambah antrian checkin bandara pagi yang mengharuskan dia berangkat pagi buta dari rumah.
Dengan terkantuk menahan ngantuk menunggu keluarnya aku dari gedung concert hall membuat lelah harinya hari ini. Seikat bunga yang aku yakin mewakili segepok rasa suka cita menungguku diluar gedung pagi ini. Tamatlah sudah perjalanan 7.5 tahun ini, disemati gelar, dilengkapi senyum dibalik baju batik dan tanktop biru, disempurnakan oleh hadirnya orang tua, membuat bangga dan terharu. Dan bukankah seperti hidup ini yang harus dilanjutkan tanpa tahu akhir, begitupula cerita ini…tak tau akhirnya dimana. Kecukupan dan riang hari ini membuatku untuk bisa mensyukuri…bahwa sesuatu harus berakhir dengan menikmati, kasih sayang selama 27 tahun terakhir, cinta kasih 1 tahun lebih dan 7.5 tahun yang kemudian campur aduk itu semua.

Terimakasih saya ucapkan kepada siapa saya, berwujud dan bahkan tak terwujud

Sampai jumpa kampus kotor dan berkambing, yang tetap membuatku bisa bangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s