gemericik gerimis

Wates adalah kabar terakhir yang membuat saya bergegas. Berangkat dengan ribuan gemericik gerimis dan helm pinjaman menuju stasiun tugu. PKU ke kanan, pertigaan sarkem ke kiri trus parkir, masuk dengan membayar peron 2500, dan seperti adat-istiadat para perokok, tujuan utama ketika menunggu adalah area merokok yang diisi beberapa lelaki dan seorang cewek berjilbab. Menuju ujung paling timur, sebelum tanda berhenti lokomotif yang ditulis di plat putih dengan border hitam rounded. Ada panggilan dari corong stasiun yang memberitahukan kereta pramek sebentar lagi langsir. Biasa wae sore ini, banyak orang cium pipi, salaman, melambaikan tangan, mainan ipod, membaca koran, nulis di wall facebook dan beberapa fotografer yang hunting sambil tiduran di rumput rel sepur. Biasa saja, tetapi setiap gerakan dan gesekan yang menimbulan bunyi yang sangat spesial, sampai bunyi ring tone sms yang ngasih tau klo ada kereta yang sudah hampir sampai di tugu. Bunyi toa itu mengatakan yang telah sampai adalah lodaya, ah..bukan lagi, saya kan sedanng nunggu kereta bukan lodaya. Mulai banyak orang yang bergerak, sepertinya itu, kalau kata pak petugas tadi nanti masuk di line utara stasiun tugu….eh iya benar…welcome hanyiiiiiiiiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s