28 menuju 28


26 februari 2011
Mata ini sebenarnya sudah sangat perih, dan sebenarnya mata ini pengen ngajak merem walau ajakan itu bisa dilkategorikan ajakan yang kurang bisa melihat sikon! Ada yang harus saya tulis, karena fungsi tulisan ini menjadi pemantik dan penghubung antara satu peristiwa lampau sampai hari ini
Juli 2002 saya berangkat ke jogja berbekal beberapa ratus ribu dan beberapa potong baju, walau akhirnya keberangkatan saya hari itu kurang berakhir menyenangkan, setahun kemudianlah saya mendapatkan kesempatan menghapus hasil kurang menyenangkan di tahun 2002. Setelah sekian lama saya meraba dan memindai setiap lengkungan jogja, ternyata jogja itu penuh dengan penceria, menceritakan sesuatu, dan derai baik buruk sebuah kota urban.
Otakanan nama yang membawa banyak perubahan di saya, sebuah kelompok angkatan mahasiswa baru di ISI Yogyakarta, sesuai tradisi, setiap angkatan di dkv ISI yogyakarta selalu mempunyai nama, mulai dari tahun 2000 misalnya ada kepompong, raptor, puzzle, otakanan, origami, kotak pensil dan lupa selanjutnya.
3 juli 2003 saya memasukkan formulir pendaftaran ke rektorat ISI, 3 juli 2011 pula saya mengikuti sidang tugas akhir juga di ISI Yogyakarta.

28 februari 2011
26 februari 2011, disini merupakan awal sebuah perubahan lingkungan, pola pikir, pandangan, pola hidup, rutinitas dan merubah cara melihat perspektif masa depan.
Perjalanan panjang menuju Jakarta, saya mulai bersama mas nanang, dengan kereta dwipangga jam 9 malam, setibanya di gambir tanggal 27 pagi, hari minggu itu, telah menunggu pacar manis saya, muti. Tujuan saya selanjutnya adalah Slipi.
Slipi adalah tempat saya yang baru disini, sampai hari ini.

Rindu rumah
Rindu kakak, ibuk dan pae disana..
Rindu jogja

Sebulan pas saya disini
28 maret 2011

Mungkin roti cane dari pacar malam ini, pertanda perayaan satu bulan disini.

One thought on “28 menuju 28”

  1. saya masih punya satu janji yang masih belum tertepati.
    Sudilah kiranya nanti singgih dan muti bertemu saya lagi sesekali.
    Karena siapa tahu esoknya saya mati, tentu biar saya tidak ada hutang lagi.
    Kalau ada waktu luang, plz feel free to tell me.

    Balada janji sandal jepit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s